Workshop | 18 Dec, 2025

LPKM Universitas Bakrie Dorong Peningkatan Kualitas Proposal Pengabdian BIMA 2026 melalui Mindshare Meetup ke-8

Jakarta, 16 Desember 2025. Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Bakrie telah menyelenggarakan Mindshare Meetup ke-8 bertajuk Sharing dan Penyusunan Proposal Pengabdian Hibah Kemdiktisaintek (BIMA) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini difokuskan pada peningkatan kualitas substansi dan administrasi proposal pengabdian kepada masyarakat.

Acara menghadirkan Prof. Dr. med. vet. drh. R. Wisnu Nurcahyo, Reviewer Nasional Kemdiktisaintek/BRIN dan Guru Besar Universitas Gadjah Mada, sebagai narasumber. Dalam sesi pemaparannya, Prof. Wisnu menekankan pentingnya pemahaman ruang lingkup program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), khususnya dalam menentukan mitra sasaran yang sesuai dengan ketentuan hibah BIMA.

Ia menjelaskan bahwa mitra sasaran dapat berasal dari kelompok masyarakat produktif maupun non-produktif, dengan kriteria keanggotaan dan karakteristik yang harus dijabarkan secara jelas dalam proposal.

“Salah satu titik lemah proposal pengabdian adalah ketidaktepatan dalam mendefinisikan mitra sasaran. Reviewer melihat konsistensi antara masalah, mitra, dan solusi yang ditawarkan” ujar Prof. Wisnu.

Selain substansi program, sesi ini juga membahas komponen penilaian administrasi, termasuk ketentuan surat pernyataan kerja sama mitra, keaslian dokumen, serta larangan penggunaan materi hasil manipulasi atau pemalsuan. Peserta diingatkan untuk mengikuti format dan template resmi yang telah ditetapkan oleh Kemdiktisaintek.

Prof. Wisnu juga menyoroti bagian pendahuluan proposal sebagai fondasi utama penilaian. Pendahuluan harus memuat analisis situasi, permasalahan mitra, kondisi eksisting, serta keterkaitan kegiatan dengan SDGs, IKU, Asta Cita, dan fokus RIRN.

“Proposal yang kuat itu terlihat sejak pendahuluan. Di situ reviewer bisa menilai apakah pengusul memahami persoalan mitra secara utuh atau hanya sekadar menggugurkan kewajiban” jelasnya.

Ketua LPkM Universitas Bakrie Prof. Ardiansyah menyampaikan bahwa Mindshare Meetup ini merupakan bagian dari strategi pendampingan dosen agar lebih siap dan kompetitif dalam mengajukan hibah pengabdian nasional.

“Kami ingin dosen tidak hanya tahu skema hibah, tetapi benar-benar memahami cara berpikir reviewer. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang praktis dan langsung menyentuh kebutuhan penyusunan proposal” kata Prof. Ardiansyah.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan konsultasi singkat, di mana peserta yang telah memiliki draf proposal dapat memperoleh masukan langsung terkait substansi maupun kelengkapan administrasi.

Melalui Mindshare Meetup ke-8, LPKM Universitas Bakrie berharap kualitas proposal pengabdian yang diajukan pada pendanaan BIMA 2026 dapat meningkat, baik dari sisi relevansi masalah, ketepatan mitra, maupun kelayakan luaran dan keberlanjutan program.

«Back to News